tugas
mikrobiologi I

Disusun oleh :
Nama :Ismi
Despito leli
Npm
: (F1D013015)
Jurusan Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
UNIVERSITAS BENGKULU
2015
Tugas!
Pertanyaan :
Sebutkan hal yang
berperan dalam menyebabkan dinding sel mikrob berbeda – beda susunan dan
strukturnya !
Jawab:
Berhubung ukuran
tubuhnya yang amat kecil itu dapat dimengerti mengapa struktur bakteri tidak
mudah untuk ditentukan.Tubuh yang berupa sel tunggal itu mempunyai dinding sel
yang jelas.Dinding sel tidak mengandung selulosa, tetapi tersusun atas
semiselulosa dan senyawa semacam pektin yang mengandung N dan lebih mendekati
dinding sel hewan daripada dinding sel tumbuhan umumnya.Adanya selulosa dalam
dinding selnya hanya merupakan perkecualian.Dinding itu dilapisi selaput serupa
gelatin, yang menyebabkan dinding sel itu dalam larutan air menjadi
berlendi.Seperti dinding pada ganggang biru. Mereka ada di mana-mana mulai
dari tanah, di air, di organisme lain, dan juga berada di lingkungan yang ramah
maupun yang ekstrim.
Dalam tumbuh kembang bakteri baik
melalui peningkatan jumlah maupun penambahan jumlah sel sangat dipengaruhi oleh
beberapa faktor, yakni seperti pH, suhu temperatur, kandungan garam, sumber
nutrisi, zat kimia dan zat sisa metabolisme.
bakteri Gram
positif dan Gram negatif berdasarkan reaksi atau sifat bakteri terhadap cat
tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding
selnya. Oleh karena itu, pengecatan Gram tidak bisa dilakukan pada
mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp Contoh
bakteri yang tergolong bakteri tahan asam, yaitu dari genus Mycobacterium dan beberapa
spesies tertentu dari genus Nocardia. Bakteribakteri dari kedua genus ini
diketahui memiliki sejumlah besar zat lipodial (berlemak) di dalam dinding
selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel
terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel bakteri tersebut tidak terwarnai
oleh metode pewarnaan biasa, seperti pewarnaan sederhana atau Gram.
Perbedaan dasar antara bakteri Gram positif dan negatif adalah pada
komponen dinding selnya. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding
sel dan membran sitoplasma organisme Gram positif, sedangkan penyingkiran
zat lipida dari dinding sel organisme Gram negatif dengan pencucian alcohol memungkinkan
hilang dari sel. Bakteri Gram positif memiliki membran tunggal yang dilapisi
peptidohlikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negative lapisan
peptidoglikogennya tipis (1-3 nm).
Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk
membantu determinasi suatu bakteri. Beberapa perbedaan sifat yang dapat
dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif.
Penyebab yang membedakan
dinding sel Gram positif dan Gram negatif berbeda.
Bakteri Gram negatif yaitu
- Struktur
dinding selnya tipis, sekitar 10 – 15 mm, berlapis tiga atau multilayer.
- Dinding
selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%), peptidoglikan terdapat
didalam
- lapisan
kaku, sebelah dalam dengan jumlah sedikit ± 10% dari berat kering, tidak
mengandung asam tekoat.
- Kurang
rentan terhadap senyawa penisilin.
- Pertumbuhannya
tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet.
- Komposisi
nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana.
- Tidak
resisten terhadap gangguan fisik.
- Resistensi
terhadap alkali (1% KOH) lebih pekat
- Peka
terhadap streptomisin
- Toksin
yang dibentuk Endotoksin
bakteri gram positif yaitu:
- Struktur
dinding selnya tebal, sekitar 15-80 nm, berlapis tunggal atau monolayer.
- Dinding
selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%), peptidoglikan ada yang
sebagai lapisan tunggal. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat
ringan. Mengandung asam tekoat.
- Bersifat
lebih rentan terhadap penisilin.
- Pertumbuhan
dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal.
- Komposisi
nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit.
- Lebih
resisten terhadap gangguan fisik.
- Resistensi
terhadap alkali (1% KOH) larut
- Tidak
peka terhadap streptomisin
- Toksin
yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin
Sedangkan pembedanya dengan
mikroba lain adalah seperti penyusun dinding sel tersebut.
Pada bakteri, peptidoglikan (suatu glikoprotein)
menyusun dinding sel. Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk dari kitin. Sementara itu,
dinding sel alga terbentuk dari glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana
(gula).racun
Fungsinya :
Fungsi Dinding Sel pada Bakteri
·
Tersusun atas peptidoglikan dan bersifat kaku/rigid
·
Membuat sel memiliki bentuk
·
Membantu menjaga organel-organel berada di dalam sel
·
Mencegah pecahnya sel akibat perubahan tekanan osmotik
Fungsi Dinding Sel pada Fungi
·
Berfungsi sebagai pelindung struktural
·
Menentukan pola pertumbuhan sel
·
Melindungi sel agar tidak pecah akibat perubahan tekanan osmotik
·
Berperan sebagai tempat pengikatan dalam reaksi enzim
·
Berperan sebagai perantara interaksi sel dengan organisme lain
Fungsi Dinding Sel pada Alga
·
Membuat sel lebih kuat
·
Membantu melindungi sel
·
Bertindak sebagai perantara antar sel dengan sekitarnya
·
Bersifat permeable, sehingga membantu perpindahan molekul-molekul dari satu
sel ke sel lain
·
Memiliki reseptor yang membantu berkomunikasinya satu sel dengan sel-sel
lainnya