Jumat, 31 Oktober 2014

puisi 3
Ayahku tercinta

Dua anak sungai mengalir deras di pipiku
Teriakan luka menderu melepas keheningan
Ketika memandang mayat beku terbujur di pembaringan
Aku tahu..... bahwa yang di tutup oleh putihnya kafan orang yang kukenal
            Begitu banyak siraman kenangan
            Tersirat sekilas dalam pikiranku
            Hingga semua jasanya tak dapat kuganti
Tak sanggup kuukir semua kebaikannya
Tak sanggup kukata semua keikhlasannya
Tak sanggup kubalas semua perlindungannya
            Kini ingin kuteguhkan hati
            Kuikhlaskan kau pergi
            Kudoakan kebahagianmu kini
Namun izinkan aku untuk menyampaikannya
Semua yang kau beri ayah
Ada disini......
Bersama jiwa dan ragaku
Aku adalah bukti keberadaanmu
Maka akan kubuat semua orang mengingat namamu
Karna engkau adalah ayahku
Tenanglah engkau di sisi sang pencipta
Karna kini aku akan baik – baik saja
Menjalani roda kehidupan dunia
Berbekal tekad dan nasehat yang telah kau berikan

                                                                                                Buah karya : ismi
puisi 2

pantulan kemanusiaan

tak kuasa pandangan melihatnya
jauh dari kenyataan yang bisa diterima manusia
semua kebaikan,semua sanjungan,semua pujian
hilang hanya karna satu kesalahan
            manusia itu makhluk ambigu
            melihat lalu menyimpulkan
            hanya segelintir orang saja yang bisa memperhatikan
dialah sepembuat kesalahan itu
dulunya ia dihormat orang,
dulunya dia panutan
dulunya dia seorang pahlawan
dengan semua kebaikan yang telah ia lakukan
            tapi hanya karna satu kesalahan ia dijauhkan
            tak ada lagi tempat aman
            tak ada lagi tempat bersembunyi
            kemanapun ia pergi selalu dicaci
            kau pendosa..... kata mereka
            kau penjahat.....ujar mereka
            kau manusia laknat.... teriak mereka
tak ada kebijakan, itulah manusia
kebencianpun datang
sumber kekuatan untuk balas dendam
memperkuat sam pembuat masalah
kenyataan ia telah kotor
membuat ia semakin menjerumuskan dirinya ke lumpur
tak ada penyesalan, tak ada rasa kasihan
begitu terus terulang pantulan diri kemanusiaan

                                                                                                            buah karya : ismi 
puisi 1

Kurungan kesepian
Semau seakan berhenti
Bersamaan dengan diriki yang tertinggal ini
Namun hanya ada di dalam ruangku saja
Wantu tak benar – benar berhenti
Selagi aku menetap di dalam zona aman
Waktu tak benar – benar berhenti
Ketika aku hanya melihat jalannya kesuksesan orang
Waktu tak benar – benar berhenti
Disaat aku memandangi usaha mereka memanggul beban
            ruangku memang sempit
            Tapi cukup untuk membuatku nyaman
            Ruangku memang sempit
tapi cukup membuatku tenang
            ruangku memang sempit
            tapi cukup melindungi dari kejamnya persaingan
orang memanggilku pecundang
tapi aku tetap diam
orang memanggilku bodoh
tapi aku tetap diam
 orang memanggilku payah
tapi aku tetap diam
            karna aku tak begitu mengerti maksud mereka
            aku hanyalah sebongkah daging
            yang mengutuk dirinya di dalam ruang
            aku hanyalah kumpulan partikel
            yang tak bisa lepas dari kurungan
            tak mengertikah kalian
inilah aku
aku yang takut akan terluka
oleh kejamnya dunia
berada di dalam ruangku,
membuat aku tak mengerti apa itu kesedihan
ketika melihat seseorang menangis pilu di depanku
berada di ruangku
membuat aku tak mengerti apa itu kebahagian
ketika melihat mereka berkumpul sambil saling melempar senyuman
            jadi kuputuskan untuk tetap diam
            berada di dalam ruanganku lebih aman
            berada di ruanganku lebih tenang
hingga akhirnya aku harus menghilang
tak membawa apapun dan tak pula meninggalkan apapun
tak ada satupun yang tahu tentang aku
karna kekosonganlah yang sering kupanggil teman
hilangnya waktu yang kuhabiskan di dalam ruang
membuat aku mengerti arti kesepian

                                                                                                            buah karya : ismi

Selasa, 13 Mei 2014


TINGKAH LAKU

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  landasan teori
a.       tingkah laku tumbuhan
Geotropisme negatif, adalah gerak yang menjauhi gaya gravitasi bumi. Contoh: Gerak pada ujung batang tumbuhan.
Geotropisme atau gravitropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan rangsangan gaya gravitasi bumi. Geotropisme ada dua yaitu geotropisme positif dan geotropisme negatif. Geotropisme positif adalah gerak organ tumbuhan searah gravitasi bumi, misalnya gerak akar tumbuhan.Sedangkan geotropisme negatif adalah gerak berlawanan arah gravitasi bumi.
Gerak ujung akar kepala itu sutau geotropi yang positif. Sedang jurusan yang ditempuh oleh cabang-cabang akar yang agak mendatar itu disebut diogeotropik atau transversal-geotropik. Sebaliknya, jurusan yang ditempuh oleh ujung batang itu disebut geotropi yang negatife. Gravitropisme dibagi menjadi dua, yaitu gravitropisme positif (gerakan pertumbuhan akar menuju arah gravitasi bumi dan gravitropisme negatif (gerakan pertumbuhan akar menjauhi gravitasi bumi. Namun pada umumnya akar bersifat gravitropisme positif.(Dwidjoseputro,D.1985).
Fototropisme
            Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya. Gerak bagian tumbuhan yang menuju ke arah cahaya disebut fototropisme positif. Misalnya gerak ujung batang tumbuhan membelok ke arah datangnya cahaya.
            Telaah mengenai mekanisme fototropisme di mulai oleh percobaan yang dilakukan oleh Charles Darwin dan putranya Francis. Percobaan dilakukan dengan menghilangkan ujung pucuk batang, dan didapatkan hasil bahwa fototropisme tidak terjadi disebabkan hilangnya pucuk tersebut. Begitu pula ketika ujung pucuk di lapisi bahan yang tidak dapat ditembus cahaya. Namun, fototropisme tetap terjadi ketika seluruh bagian tumbuhan dikuburkan ke dalam pasir hitam halus dan hanya ujung pucuk yang berada di luar, yang menyebabkan membeloknya batang. Dari percobaan ini dijelaskan bahwa, rangsangan (cahaya) terdeteksi pada suatu tempat (ujung pucuk) dan responnya (pelengkungan) dilaksanakan di tempat lain (daerah perpanjangan).
Mekanisme fototropisme dijelaskan dari percobaan yang dilakukan oleh Boysen dan Jensen dan disempurnakan dengan penemuan auksin oleh F.W. Went. Auksin memiliki peran penting dalam pembelokan batang ke arah cahaya. Auksin merupakan kordinato kimiawi yang berperan dalam pertambahan sel dan pertumbuhan. Auksin berada pada ujung pucuk, sehingga ketika cahaya berada di atas tumbuhan, akan terjadi distribusi auksin dari pucuk ke daerah pemanjangan secara vertikal. Namun ketika cahaya diberikan dari salah satu sisi batang, menyebabkan distribusi auksin secara lateral (asimetrik) dari sisi yang mendapatkan cahaya ke sisi yang gelap. Bagian tanaman yang tidak disinari mendapatkan konsentrasi auksin yang lebih tinggi.
Hal ini menyebabkan sisi batang yang pada daerah gelap akan mengalami pertumbuhan sel lebih cepat, sehingga batang seperti berbelok ke arah datangnya cahaya. Bagian tanaman yang tidak disinari mendapatkan konsentrasi auksin yang lebih tinggi.
Diperkirakan distribusi auksin yang asimetrik, disebabkan oleh gabungan tiga mekanisme yang berbeda, yaitu:
a.    Terjadinya perusakan auksin oleh cahaya (photodestruction) pada bagian koleoptil yang terkena cahaya.
b.    Meningkatnya sintesis auksin pada bagian koleoptil yang gelap
c.    Adanya angkutan auksin secara lateral dari bagian yang terkena cahaya menuju ke bagian yang gelap.
Cahaya yang paling efektif dalam merangsang fototropisme adalah cahaya gelombang pendek, sedangkan cahaya merah tidak efektif. Di duga respon fototropis ini ada kaitannya dengan karoten dan riboflavin, karena kombinasi penyerapan spectrum oleh karoten dan riboflavin mirip dengan pola kerja spektrum terhadap fototropisme.
Fototropisme dibagi menjadi dua, yaitu:
1)  Fototropisme positif, adalah gerak tanaman menuju ke arah datangnya cahaya. Contoh: Ujung batang bunga matahari yang membelok menuju ke arah datangnya cahaya.
Gambar 02. Bunga Matahari (Helianthus annuus) selalu mengikuti arah cahaya matahari
2)   Fototropisme negatif, adalah gerak tanaman atau bagian tanaman menjauhi arah datangnya cahaya. contoh: gerak ujung akar yang menjauhi arah datangnya cahaya.
  Hidrotropisme
Hidrotropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh air. Peristiwa hidrotropisme, misalnya pada gerak akar tumbuhan menuju sumber air. contoh: gerak ujung akar kecambah menuju tempat yang berair.
Jika gerakan itu mendekati air maka disebut hidrotropisme positif. Misalnya, akar tanaman tumbuh bergerak menuju tempat yang banyak airnya di tanah. Jika tanaman tumbuh menjauhi air disebuthidrotropisme negatif. Misal gerak pucuk batang tumbuhan yang tumbuh ke atas air.
            Respon tumbuhan tanaman ditentukan oleh stimulus gradient atau konsentrasi air (kelembaban). Kelembaban menyebabkan membeloknya akar ke daerah yang mengandung air dengan konsentrasi yang lebih besar.
Pengamatan terkait hidrotropisme belum banyak berkembang, karena bagian tumbuhan yang mendapat pengaruh adalah akar. Tetapi jika dibandingkan dengan pengaruh gravitasi, pertumbuhan akar ke bawah lebih di mungkinkan karena adanya rangsangan gravitasi di bandingkan rangsangan air. Setiap organisme mampu menerima rangsang yang disebut iritabilitas, dan mampu pula menanggapi rangsang tersebut. Salah satu bentuk tanggapan yang umum adalah berupa gerak. Gerak berupa perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh. Jika pada hewan rangsang disalurkan melalui saraf, maka pada tumbuhan rangsang disalurkan melalui benang plasma (plasmodema) yang masuk ke dalam sel melalui dinding yang disebut noktah (Salisbury dan Ross, 1995).
b.      tingkah laku hewan
Sistem saraf annelida adalah sistem saraf tangga tali.Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior.Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia, nefrostom, dan nefrotor.Nefridia ( tunggal – nefridium ) merupaka organ ekskresi yang terdiri dari saluran.Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh.Nefrotor merupa-kanpori permukaan tubuh tempat kotoran keluar.Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen tubuhnya. Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia.Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang segaian hidup di tanah atau tempat-tempat lembab. Annelida hidup diberbagai tempat dengan membuat liang sendiri Cacing tanah merupakan makhluk yang telah hidup dengan bantuan sistem pertahanan mereka sejak fase awal evolusi, oleh sebab itu mereka selalu dapat menghadapi invasi mikroorganisme patogen di lingkungan mereka.Penelitian yang telah berlangsung selama 50 tahun menunjukkan bahwa cacing tanah memiliki kekebalan humoral dan selular mekanisme. Telah ditemukan bahwa cairan selom cacing tanah mengandung lebih dari 40 protein (Khoeruddin, 2000).
Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet. Namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi, yang kemudian beregenerasi.Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris) (Budiarti, 1992).

Annelida (dalam bahasa latin, annulus = cincin) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh bersegmen. Berbeda dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes, Annelida merupakan hewan tripo-blastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata). Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana (Bawa, 1993).
1.2  tujuan
1.      mengenal 3 macam gerak tropis pada tumbuhan
2.      mengenal 3 bentuk reaksi/ prilaku hewan terhadap berbagai rangsangan
3.      menganal reaksi hewan yang bersifat phototaksis, positif dan negatif
BAB II PELAKSANAAN PRAKTIKUM
2.1 waktu dan tempat
Waktu                         : kamis, 14 november 2013
Tempat            : laboratorium biologi
2.2 alat dan bahan
1.      gelas plastik
2.      tanah yang kering
3.      cacing tanah
4.      kacang hijau
5.      kotak ukuran 20 x 20 cm
6.      gelas petri
7.      air
8.      tepung sagu
9.      kertas karbon
10.  pisau
2.3 cara kerja
a. gerak pada tumbuhan
fototropisme
1.      rendam biji kacang hijau kurang lebih 15 biji
2.      isi gelas plastik dengan tanah
3.      lubangi kotak pada salah satu sisi
4.      basahi tanah
5.      tanam 6 biji kacang hijau
6.      simpan gelas tersebut pada kotak dan amati pada hari ke 3 4 dan 5
geotropisme
1.      rendam iji kacang hijau kurang lebih 15 biji
2.      isi gelas plastik dengan tanah yang lembab
3.      tanam 6 biji kacang hijau
4.      setelah hari ke 2 miringkan gelas tersebut dengan kemiringan 45˚, amati pada hari ke 2 3 dan 4
hidrotropisme
1.      isi gelas dengan tanah basah pada setengah sisi, kemudian setengah sisinya diisi tanah kering ( untuk lebih mudahnya, sementara diberi pembatas kertas)
2.      tanam biji kacang hijau 6 biji pada sekeliling permukaan tanah
3.       simpan dan amati setelah hari ke 2 3 dan 4
b . gerak pada hewan
1.      Sediakan cawan petri dan kertas karbon berbentuk setengah lingkaran
2.      Tutuplah cawan petri dengan kertas karbon hingga setengah bagian menjadi gelap
3.      Masukkan seekor cacing tanah pada bagian cawan yang terkena cahaya
4.      Amati bagaimana gerakan cacing tersebut
5.      Setelah cacing sampai pada bagian yang gelap angkatlah cacing tersebut kemudian taburi bekas jejak cacing tersebut dengan sagu. Balikkan cawan petri tersebut sehingga tampak adanya tepung yang menempel pada petri.
BAB. III HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1  hasil
a.       gerak pada tumbuhan



perilaku
Hasil pengamatan
hidrotropisme
Kacang hijau yang ditanam selama kurang lebih seminggu yaitu dengan tanah basah dan tanah kering dilakukan penyiraman pada tanah yang basah saja, dan kacang ditanam pada tanah yang kering. Dan tanaman tumbuh mengikuti arah air atau mendekati tanah yang basah.
fototropisme
 Kacang hijau yang ditanam dan dimasukkan kedalam kotak. Yang dilubangi hasilnya adalah kacang hijau keluar menuju arah lobang atau kearah datangnya sinar matahari. Dua buah tanama berhasil dan satu tidak berhasil
geotropisme
Kacang hijau yang ditanam pada akua gelas plastik dua hari kemudian aqua tersebut dimiringkan 45˚ dan setelah kurang lebih seminggu kacang hijau tersebut yang telah dimiringkan tumbuh mengikuti posisi pada saat aqua gelas dimiringkan.

b.      gerak pada hewan
Pada percobaan taksis oleh cacing kami melakukan 3 kali percobaan dengan  cacing yang berbeda. Dan hasil yang didapat adalah seperti yang terlampir dibawah berikut ini :
data dari lapangan
Gambar pergerakan pada cacing menuju bagian yang gelap
Waktu yang diButuhkan
Keterangan
Cacing tanah yang pertama
00:01:16:00
-
Cacing tanah 2
00:02:34:16

Cacing tanah 3
00:01:04:12


pembahasan
A.    gerak pada tumbuhan
pada praktikum kali ini laboratorium, mengambil sampel kacang hijau untuk praktikum. Karna lebih cepat tumbuh, hal ini dipengaruhi oleh Pertumbuhan di pengaruhi oleh faktor hormone dan enzim serta faktor lingkungan. Salah satu hormone tumbuhan yang terdapat pada kecambah kacang hijau yaitu hormone Auxin adalah salah satu hormone tumbuh yang tidak terlepas dari proses pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Dalam hal ini kami melakukan 3 percobaan berbeda untuk membuktikan kebenaran dari dari terori gerak pada tumbuhan yaitu geotropisme, hidrotropisme dan fototropisme.
Hormon
            Hormon tumbuhan (disebut juga fitohormon) adalah zat kimia yang berperan dalam proses pertumbuhan tumbuhan. Fitohormon mempengaruhi bentuk tumbuhan, pembentukan biji dan pembentukan organ-organ tumbuhan. Ada 5 kelas utama dalam hormon tumbuhan, yaitu:
Ø Asam Absisat (ABA)
Berperan dalam dormansi kuncup dan gugurnya daun-daun.
Ø Auksin (IAA)
Terdapat di meristem apikal dan berperan dalam pertumbuhan memanjang. Auksin menyebabkan terjadinya dominasi apikal.
ØSitokinin
Berperan mempercepat pembelahan sel dan memperkecil dominasi apikal.
ØEtilen
Terdapat pada buah yang sudah tua. Berperan dalam pemasakan buah.
ØGiberelin
Berperan dalam pembelahan dan pemanjangan sel (tetapi tidak pada akar). Giberelin dimanfaatkan untuk menghasilkan buah yang lebih besar.
Selain hormon-hormon yang telah disebutkan di atas, ada pula hormon lain yang juga dihasilkan tumbuhan yaitu:
Ø Kalin, yang dapat dibedakan menjadi empat:
• Kaulokalin
è merangsang proses pembentukan batang
• Rizokalin
è merangsang proses pembentukan akar
• Filokalin
è merangsang proses pembentukan daun
• Antokalin
è merangsang proses pembentukan bunga
Ø Asam traumalin è Berperan dalam memperbaiki bagian tubuh tumbuhan yang rusak.
faktor eksternal meliputi:
Cahaya
Cahaya merupakan sumber energi dalam fotosintesis. Tanpa cahaya, tumbuhan tidak akan mampu berfotosintesis dengan baik dan menyebabkan tumbuhan terganggu pertumbuhannya. Cahaya juga merupakan faktor penghambat pertumbuhan. Hormon auksin menjadi tidak aktif ketika ada cahaya. Hal ini menyebabkan tumbuhan yang ditanamn di tempat terkena cahaya matahari menjadi lebih pendek dibandingkan tumbuhan yang ditanam di tempat gelap. Kekurangan cahaya pada saat perkecambahan akan menyebabkan gejala etiolasi di mana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat tetapi lemah dan berwarna kuning pucat .Selain itu cahaya juga mempengaruhi arah tumbuh tumbuhan. Peristiwa ini dikenal sebagai fototropisme.
Kelembaban
Kelembaban berkaitan dengan air. Air sangat dibutuhkan dalam proses perkecambahan. Proses perkecambahan dimulai dengan adanya peristiwa imbibisi yaitu masuknya air ke dalam biji sehingga menyebabkan biji membengkak kemudian pecah. Kelembaban yang terlalu tinggi menyebabkan penguapan yang terjadi sedikit. Sehingga transpor air lambat dan makanan lambat sampai ke tumbuhan. Akibatnya tumbuhan lambat tumbuh. Sebaliknya kelembaban yang terlalu rendah menyebabkan penguapan sangat banyak. Sehingga tumbuhan mengalami        kekeringan.            Nutrisi
Nutrisi merupakan bahan baku dalam proses fotosintesis. Tanpa nutrisi yang cukup, tumbuhan akan sulit tumbuh dengan baik. Nutrisi terdapat di dalam tanah sebagai medium tumbuh tumbuhan. Nutrisi dapat dibedakan menjadi makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien dibutuhkan dalam jumlah banyak sedangkan mikronutrien hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit.

a.       Hidrotropisme
Pada percobaan ini kami mendapat hasil sebagai berikut:
“Kacang hijau yang ditanam selama kurang lebih seminggu yaitu dengan tanah basah dan tanah kering dilakukan penyiraman pada tanah yang basah saja, dan kacang ditanam pada tanah yang kering. Dan tanaman tumbuh mengikuti arah air atau mendekati tanah yang basah.”
Percobaan ke 1 setelah penanaman:
Pada percobaan ini tanaman kacang hijau masih kecil dan akar belum ada tanda – tanda mendekati tanah gambus atau basah.
            Percobaan hidrotropisme ke 2
            Pada percobaan ini tanaman kacang hijau akarnya sudah mendekati ke tanah gambus.
Percobaan pada hari terakhir:
Pada hari terakhir ini kacang hijau sudah tumbuh tinggi dan akar sudah mendekati arah ke tanah basah yang disengaja dibuat tanah gumbus.
Dari kasus ini sengaja tanah dibagi menjadi dua bagian dengan kesengajaan agar dapat membuktikan bahwa kacang hijau mengikuti arah air. Dan sesuai perkiraan bahwa akar mendekati arah datangnya air. Pertanyaan yang harus dijawab dalam percobaan ini untuk memahami hal apa yang barusan terjadia adalah kenapa akar mendekati arah datangnya air? Setelah mendiskusikannya bersama dengan kelompok hal yang paling masuk akal adalah karna hal ini adalah penyesuaian diri pada diri tumbuhan untuk bertahan hidup. Akar pada tumbuhan tumbuh sesuai dengan datangnya arah air sebab air dibutuhkan dalam proses fotosintesis dan hal lainnya. Dan pada percobaan ini kami sudah membuktikan bahwa arah gerak tumbuhan salah satunya adalah hidrotropisme yaitu bergerak mengikuti datangnya air.
b.      pototropisme
Pada percobaan ini kami mendapat hasil sebagai berikut:
” Kacang hijau yang ditanam dan dimasukkan kedalam kotak. Yang dilubangi hasilnya adalah kacang hijau keluar menuju arah lobang atau kearah datangnya sinar matahari. Dua buah tanama berhasil dan satu tidak berhasil”
Percobaan ke 1
Pada hari pertama belum ada tanda – tanda tanaman kacang hijau akan masuk kedalam lubang untuk mengikuti cahaya matahari.
Pada percobaan ke 2
Pada percobaan kali ini tanaman masih belum masuk ke dalam lubang.
Pada percobaan terakhir tanaman tampak keluar dari lubang yang telah disediakan sesuai dengan format.
Dari kasus ini sengaja kacang hijau dimasukkan kedalam kotak agar dapat membuktikan bahwa kacang hijau mengikuti arah datangnya cahaya. Beberapa hal yang berperan penting dalam proses pototropisme ini adalah hormon auksin. Auksin merupakan zat tumbuh yang pertama ditemukan. Pengaruh auksin terutama pada perpanjangan atau pembesaran sel. Sifat dasar auksin yang mempengaruhi perpanjangan sel ini sering digunakan sebagai pengukur kecepatan pertumbuhan tanaman. Beberapa respons pertumbuhan dapat ditunjukkan dan dikendalikan oleh auksin. Fototropisme yang merupakan peristiwa pembengkokan ke arah cahaya dari kecambah yang sedang tumbuh, dapat didasarkan oleh penyebaran auksin pada bagaian tersebut yang tidak merata.
Fungsi auksin :
- Merangsang perpanjangan sel
- Merangsang pembentukan bunga- buah
- Memperpanjang titik tumbuh
            Dari prosel pemanjangan inilah kacang hijau memanjang dan mampu keluar dari kotak. Seperti yang kita ketahui bahwa tumbuhan juga melakukan fotosintesis. Dari proses fotosintesis diperolah hasil berupa glukosa dan energi yang akan digunakan oleh tanaman. Tanaman yang berada di tempat gelap tidak dapat berfotosintesis karena tidak mendapatkan cahaya matahari sama sekali, sehingga tidak ada energy yang dihasilkan dan tanaman menjadi pucat (tidak berwarna hijau cerah). Tanaman di tempat gelap hanya mendapat energy dari kotiledon/endosperm, tapi terbatas. Jika sudah habis dan tanaman tetap belum bisa berfotosintesis maka tanaman akan mati arah perkecambahan menuju arah lubang cahaya menunjukkan adanya peristiwa fototropisme, dimana fototropisme adalah gerak tropisme yang disebabkan oleh rangsangan berupa cahaya matahari. Fototropisme disebut juga heliotropisme. Fototropisme merupakan adaptasi tumbuhan untuk mengarahkan tajuknya ke arah cahaya matahari yang sangat penting untuk berlangsungnya proses fotosintesis. Selain itu, fototropisme ini berkaitan erat dengan zat tumbuh yang terdapat pada ujung tumbuhan yang disebut auksin. Pada sisi batang yang terkena cahaya, zat tumbuh lebih sedikit daripada sisi batang yang tidak terkena cahaya. Akibatnya, sisi batang yang terkena cahaya mengalami pertumbuhan lebih lambat daripada sisi batang yang tidak terkena cahaya sehingga batang membelok ke arah cahaya.
c.       Geotropisme
Pada percobaan ini kami mendapat hasil sebagai berikut:
”Kacang hijau yang ditanam pada akua gelas plastik dua hari kemudian aqua tersebut dimiringkan 45˚ dan setelah kurang lebih seminggu kacang hijau tersebut yang telah dimiringkan tumbuh mengikuti posisi pada saat aqua gelas dimiringkan.”
Pada percobaan ke 1 kacang hijau belum dimiringkan jadi kacang masih lurus.
Pada percobaan terakhir ini, terlihat pada gambar bahwa tanaman kacang hijau mmiring.
Dari kasus ini sengaja kacang hijau dimiringkan karna Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan.  yaitu geotropisme adalah reaksi tumbuhan terhadap rangsangan gaya berat. Reaksi tumbuh pada tumbuhan yang diletakkan horizontal. Batang adalah geotropisme negatif sedangkan akar adalah geotropisme positif. Pembengkokan pada akar terjadi karena efek dari auksin yang penyebarannya tidak merata pada sisi akar tersebut. Dalam akar, pengaruh auksin biasanya menghambat pemanjangan sel, kecuali pada konsentrasi yang sangat rendah. Akibat dari adanya gaya geotropi auksin banyak dipindahkan dari atas batang belahan bawah bila batang diubah dari posisi vertikal ke posisi horizontal. Gerak geotropisme pada tumbuhan berhubungan langsung dengan distribusi dan tingkat konsentrasi auksin dalam akar dan batang. (Bukti terdapat pada lampiran)
B.     Gerak pada hewan
Dalam praktikum yang telah kami lakukan mengenai pengaruh cahaya terhadap cacing. Yaitu ada 3 kali percobaan pada percobaan pertama kami menggunakan cacing yang berukuran besar di letakkan di gelas petri. untuk menjaga kelembaban permukaan kulit cacing, tanah yang lembab juga sebagai pendukung kehidupan cacing tanah. Kelembaban ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan daya reproduksi cacing tanah. Kelembaban yang ideal untuk cacing tanah adalah sekitar 15-50% sedangkan kelembaban optimum tanah yang dapt ditempati cacing tanah adalah sekitar 42-60%.Cacing bernapas melalui permukaan kulit karena tidak mempunyai alat pernapasan khusus. Cacing menyukai tempat yang lembab. Dengan cara demikian, kulit cacing terjaga kelembabapannya sehingga selalu basah dan berlendir. Kulit yang basah dan berlendir itu memudahkan penyerapan oksigen dari udara.  Jadi hal inilah yang menyebabkan kenapa cacing tanah masuk kedalam bagian gelap yaitu bagian yang ditutupi oleh kertas karbon berwarna hitam. Yaitu karna cacing tanah harus menjaga kulitnya yang harus tetap lembab. Kalau cacing tetap di tempat yang kering maka ia tidak bisa mempertahankan dirinya karna ia akan susah bernapas.

Melalui pembuluh darah di permukaan kulitnya yang tipis, oksigen diikat oleh darah. Darah cacing mampu mengikat oksigen karena mengandung hemoglonin. Oksigen yang diikat oleh hemoglobin itu selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh. Zat sisa pembakaran yang berupa karbon dioksida dan uap air dikeluarkan dari tubuh juga melalui permukaan kulit.
Respon yang terjadi :
pada Pontoscolex corethurus setelah diberi rangsangan cahaya yaitu sebagian gelap sebagian terang . Hal ini karena masing-masing Pontoscolex corethurus bergerak menjauhi cahaya dan menuju  kezona gelap. Orientasi negatif Pontoscolex corethurus ini menunjukkan bahwa pernyataan Soetjipta (1993) adalah sesuai, bahwa cacing tanah yang terkena cahaya menerima energi panas secara langsung. Hal ini akan menyebabkan cacing tanah bergerak menjauhi cahaya, oleh sebab itulah cacing tanah, dalam hal ini Pontoscolex corethurus lebih menyukai tempat yang lembab dan terlindung dari cahaya.
            Orientasi masing-masing Pontoscolex corethurus tidaklah terjadi dalam waktu yang bersamaan. Hal ini dikarenakan meskipun telah dipilih Pontoscolex corethurus yang memiliki ukuran yang sama ukurannya, namun kemampuan masing-masing Pontoscolex corethurus untuk bereaksi dan bergerak tidaklah sama. Waktu yang diperlukan masing-masing Pontoscolex corethurus yang diuju berbeda-beda, yaitu :1. 00:01:16:00 yang ke 2 00:02:34:16 ke 3 00:01:04:12
Arah Pergerakan Pontoscolex corethurus
Percobaan arah pergerakan Pontoscolex corethurus digunakan 3 ekor Pontoscolex corethurus yang diletakkan kedalam wadah dengan dua zona, yaitu zona terang dan zona gelap. Pontoscolex corethurus diletakkan dizona terang. Pengamatan dilakukan selama 10 menit dengan 3 kali pengulangan. Dari ketiga kali pengulangan percobaan yang dilakukan diketahui bahwa arah pergerakan Pontoscolex corethurus menuju ke zona gelap. Namun waktu yang diperlukan oleh masing-masing Pontoscolex corethurus berbeda-beda dan lebih lambat jika dibandingkan dengan diberinya rangangan berupa cahaya.
Pada percobaan cacing pertama adalah gambar pergerakkan cacing dan waktu  yang dibutuhkan adalah 00:01:16:00
Pada percobaan cacing ke 2 waktu yang dibutuhkan adalah 00:02:34:16
Pada percobaan ke 3 waktu yang dibutuhkan adalah 00:01:04:12
BAB IV KESIMPULAN
 Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari isi makalah ini adalah :
1.    Berdasarkan atas penyebab timbulnya gerak, dapat dibedakan antara gerak tumbuh dan gerak turgor.
2.    Berdasarkan arah rangsangannya, gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu : gerak etionom dan gerak endonom (autonom).
3.    Berdasarkan hubungan antara arah respon gerakan dengan asal rangsangan, gerak etionom dapat dibedakan menjadi : gerak tropisme, gerak nasti dan gerak taksis.
4.   Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Mcam-macam gerak tropisme adalah : fototropisme, geotropisme, hidrotropisme, kemotropisme, tigmotropisme dan gravitoprisme.
5.    Taksis adalah gerak seluruh tubuh atau bagian dari tubuh tumbuhan yang berpindah tempat dan arah perpindahannya dipengaruhi rangsangan. Macam-macam gerak taksis adalah : fototaksis.




Daftar pustaka
Bawa, W. 1993. Studi tentang Pelestarian Lembu Bos Sondaicus Putih di Bali. FKI, Singaraja
Budiarti, Asiani. 1992. Cacing Tanah. Penebar Swadaya :Jakarta
Dwidjoseputro, D. 1985. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta :PT. Gramedia  
Khoeruddin, I. 1999. Banyak Yang Tergiur Menjadi Jutawan Cacing. Jakarta : Penebar Swadaya
Salisbury, dkk., 1995. Fisiologi Tumbuhan jilid 3, ITB, Bandung.