Selasa, 03 November 2015

tugas
mikrobiologi I
Logo-Unib 2.png

Disusun oleh   :
Nama                          :Ismi Despito leli
                                                Npm                            : (F1D013015)
                                              









                                               


Jurusan Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
UNIVERSITAS BENGKULU
2015

Tugas!
Pertanyaan :
Sebutkan hal yang berperan dalam menyebabkan dinding sel mikrob berbeda – beda susunan dan strukturnya !
Jawab:
Berhubung ukuran tubuhnya yang amat kecil itu dapat dimengerti mengapa struktur bakteri tidak mudah untuk ditentukan.Tubuh yang berupa sel tunggal itu mempunyai dinding sel yang jelas.Dinding sel tidak mengandung selulosa, tetapi tersusun atas semiselulosa dan senyawa semacam pektin yang mengandung N dan lebih mendekati dinding sel hewan daripada dinding sel tumbuhan umumnya.Adanya selulosa dalam dinding selnya hanya merupakan perkecualian.Dinding itu dilapisi selaput serupa gelatin, yang menyebabkan dinding sel itu dalam larutan air menjadi berlendi.Seperti dinding pada ganggang biru. Mereka ada di mana-mana mulai dari tanah, di air, di organisme lain, dan juga berada di lingkungan yang ramah maupun yang ekstrim.
Dalam tumbuh kembang bakteri baik melalui peningkatan jumlah maupun penambahan jumlah sel sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni seperti pH, suhu temperatur, kandungan garam, sumber nutrisi, zat kimia dan zat sisa metabolisme.
bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya. Oleh karena itu, pengecatan Gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp Contoh bakteri yang tergolong bakteri tahan asam, yaitu dari genus Mycobacterium dan beberapa spesies tertentu dari genus Nocardia. Bakteribakteri dari kedua genus ini diketahui memiliki sejumlah besar zat lipodial (berlemak) di dalam dinding selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel bakteri tersebut tidak terwarnai oleh metode pewarnaan biasa, seperti pewarnaan sederhana atau Gram.
Perbedaan dasar antara bakteri Gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding sel  dan membran sitoplasma organisme Gram positif, sedangkan penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme Gram negatif dengan pencucian alcohol memungkinkan hilang dari sel. Bakteri Gram positif memiliki membran tunggal yang dilapisi peptidohlikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negative lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3 nm).
Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri. Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif.

            Penyebab yang membedakan dinding sel Gram positif dan Gram negatif berbeda.
Bakteri Gram negatif yaitu
  • Struktur dinding selnya tipis, sekitar 10 – 15 mm, berlapis tiga atau multilayer.
  • Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%), peptidoglikan terdapat didalam
  • lapisan kaku, sebelah dalam dengan jumlah sedikit ± 10% dari berat kering, tidak mengandung asam tekoat.
  • Kurang rentan terhadap senyawa penisilin.
  • Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet.
  • Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana.
  • Tidak resisten terhadap gangguan fisik.
  • Resistensi terhadap alkali (1% KOH) lebih pekat
  • Peka terhadap streptomisin
  • Toksin yang dibentuk Endotoksin
bakteri gram positif yaitu:
  • Struktur dinding selnya tebal, sekitar 15-80 nm, berlapis tunggal atau monolayer.
  • Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%), peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. Mengandung asam tekoat.
  • Bersifat lebih rentan terhadap penisilin.
  • Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal.
  • Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit.
  • Lebih resisten terhadap gangguan fisik.
  • Resistensi terhadap alkali (1% KOH) larut
  • Tidak peka terhadap streptomisin
  • Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin

Sedangkan pembedanya dengan mikroba lain adalah seperti penyusun dinding sel tersebut.
Pada bakteri, peptidoglikan (suatu glikoprotein) menyusun dinding sel. Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk dari kitin. Sementara itu, dinding sel alga terbentuk dari glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana (gula).racun
Fungsinya :

Fungsi Dinding Sel pada Bakteri

·                     Tersusun atas peptidoglikan dan bersifat kaku/rigid
·                     Membuat sel memiliki bentuk
·                     Membantu menjaga organel-organel berada di dalam sel
·                     Mencegah pecahnya sel akibat perubahan tekanan osmotik


Fungsi Dinding Sel pada Fungi

·                     Berfungsi sebagai pelindung struktural
·                     Menentukan pola pertumbuhan sel
·                     Melindungi sel agar tidak pecah akibat perubahan tekanan osmotik
·                     Berperan sebagai tempat pengikatan dalam reaksi enzim
·                     Berperan sebagai perantara interaksi sel dengan organisme lain


Fungsi Dinding Sel pada Alga

·                     Membuat sel lebih kuat
·                     Membantu melindungi sel
·                     Bertindak sebagai perantara antar sel dengan sekitarnya
·                     Bersifat permeable, sehingga membantu perpindahan molekul-molekul dari satu sel ke sel lain
·                     Memiliki reseptor yang membantu berkomunikasinya satu sel dengan sel-sel lainnya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar