Jumat, 31 Oktober 2014

puisi 3
Ayahku tercinta

Dua anak sungai mengalir deras di pipiku
Teriakan luka menderu melepas keheningan
Ketika memandang mayat beku terbujur di pembaringan
Aku tahu..... bahwa yang di tutup oleh putihnya kafan orang yang kukenal
            Begitu banyak siraman kenangan
            Tersirat sekilas dalam pikiranku
            Hingga semua jasanya tak dapat kuganti
Tak sanggup kuukir semua kebaikannya
Tak sanggup kukata semua keikhlasannya
Tak sanggup kubalas semua perlindungannya
            Kini ingin kuteguhkan hati
            Kuikhlaskan kau pergi
            Kudoakan kebahagianmu kini
Namun izinkan aku untuk menyampaikannya
Semua yang kau beri ayah
Ada disini......
Bersama jiwa dan ragaku
Aku adalah bukti keberadaanmu
Maka akan kubuat semua orang mengingat namamu
Karna engkau adalah ayahku
Tenanglah engkau di sisi sang pencipta
Karna kini aku akan baik – baik saja
Menjalani roda kehidupan dunia
Berbekal tekad dan nasehat yang telah kau berikan

                                                                                                Buah karya : ismi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar